Senin, 25 Agustus 2008

PRINSIP-PRINSIP MEMBUAT KOMPOS


KOMPOS



Kompos adalah suatu media yang berasal dari bahan-bahan organik (makhluk hidup) yang telah mati dan di proses melalui proses dekomposisi. Dinamakan kompos karena prosesnya dengan dekomposisi yaitu suatu proses fermentasi dimana terjadi penguraian unsur-unsur bio kimia oleh mikro organisme menjadi variable yang lebih banyak. Kompos yang secara alami terjadi di alam membutuhkan waktu sedikitnya 3 bulan, namun proses tersebut bisa dipercepat dengan diperbanyaknya mikro organisme dan pengaturan suhu yang tepat. Hasilnya kompos bisa dibuat hanya dalam jangka waktu 15 hari.

Kompos memiliki komposisi yang lengkap dan amat dibutuhkan oleh makhluk hidup lain. Oleh karena itu kompos menjadi tempat hidup favorit bagi mikro organisme, kemudian secara langsung dan tidak, kompos, mikro organisme dan tumbuhan saling bersimbiosis yang menguntungkan. Dengan kata lain kompos dapat memperbaiki sifat kimia, sifat fisik, dan sifat biologi tanah dari tidak subur – menjadi subur, dari tidak bisa mengikat air - menjadi kaya akan air, dari yang tadinya tandus – menjadi gembur.....

Prinsip-prinsip Komposting

Proses dekomposisi adalah mengadopsi proses yang dilakukan oleh alam, di alam proses pengomposan terjadi sampai menjadi humus. Oleh karena itu dalam proses pengomposan yang dilakukan manusia mengharapakan hasil yang sama seperti alam namun dengan waktu yang lebih singkat. Bisa disimpulkan bahwasanya proses dekomposisi mempunyai 2 tujuan :

1.menghasilkan pupuk bio yang dibutuhkan tanaman untuk perkembangan dan pertumbuhan tanaman tersebut.

2.mempercepat proses dekomposisi, dengan memperkecil volume bahan organik, memperbanyak volume mikro organisme dan pengaturan suhu.

Dengan memperhatikan 2 tujuan di atas maka dekomposisi memiliki prinsip-prinsip agar hasil menjadi optimal, diantaranya :

memperkecil volume bahan organik, dipotong-potong sekecil mungkin
ditambahkan mikro organisme, dengan MOL (mikro organisme lokal)


"variable bahan organik yang banyak, agar nutrisi bervariasi,ditumpuk dan di tutup, untuk menjaga suhu dan kelembaban serta terlindung dari sinar matahari dan hujan diberi lubang dan di balik-balikan untuk menjaga sirkulasi udara"
Jika prinsip-prinsip di atas dilakukan maka hasil akan optimal baik berupa pupuk yang kaya nutrisi maupun waktu pembuatan kompos yang lebih cepat (15 hari).

Bahan-bahan kompos

Bahan-bahan kompos berasal dari makhluk hidup yang sudah mati (biota), bisa berupa dedaunan, sampah dapur, sisa makanan, sisa pertanian, kotoran makhluk hidup (tinja dan urine) dan banyak lagi.

Alat-alat yang dibutuhkan:

pencacah, golok dsb.Bambu yang telah dilubangi ruasnya untuk sirkulasi udara dan diberi banyak lubang di sisi-sisi nya,Penutup; karung, terpal, plastik dsb

Membuat MOL

Sebelum membuat kompos perlu diketahui mengenai MOL atau Mikro Organisme Lokal. Mikro = tidak terlihat, Organisme/organik = makhluk hidup, Lokal = di sekitar kita. Jadi MOL adalah makhluk hidup yang tidak terlihat mata yang ada disekitar kita atau mudah didapat. Pada umumnya mikro organisme hanya membutuhkan 2 komponen hidup, yaitu air dan udara. Sedikit berbeda dengan makro organisme atau makhluk hidup yang terlihat mata, membutuhkan tiga komponen hidup air, udara dan tanah. Mikro organisme tidak membutuhkan tanah sebagai media penunjang hidupnya tetapi mereka bisa hidup di tanah dan lebih mudah berkembang di tanah.

Mikro organisme selalu ada disetiap makhluk hidup yang makro, mereka tumbuh dimana ada air dan udara. Oleh karena itu mengumpulkan mikro organisme bukanlah pekerjaan yang sulit, karena mereka selalu ada di setiap makhluk hidup. Itulah sebabnya pengumpulan mikro organisme dilakukan melelui media makhluk hidup yang sudah mati, karena pada makhluk hidup yang sudah mati mereka (mikro organisme) berkembang lebih cepat.

Prinsip-prinsip membuat MOL

Pada prinsipnya tidak berbeda dengan prinsip-prinsip pembuatan kompos, hanya saja prinsip pembuatan MOL membutuhkan lebih banyak air dan sedikit udara, untuk mempercepat pertumbuhan Mikro Organisme di tambahkan gula atau bahan-bahan organik yang manis, seperti air kelapa, air tebu, air nira, dan buah-buahan yang manis.

Bahan-bahan membuat MOL Juga tidak berbeda dengan bahan-bahan kompos, hanya saja volume bahan organiknya lebih sedikit dan lebih banyak air, di tambah dengan gula atau bahan organik yang manis.

Cara membuat MOL

Karena prinsipnya tidak berbeda dengan prinsip-prinsip kompos maka dalam membuat MOL juga membutuhkan perlakuan yang sama. Pemotongan yang kecil-kecil (kalau perlu jadi bubur), dicampur dengan air 5-10 kali volume bahan organik dan sedikit gula. Perbandingannya kira-kira seperti ini bahan organik 10-20%, air 50-100% dan gula cukup 1%. Jika menggunakan air tebu atau air kelapa tidak perlu ditambah gula. Semua bahan diaduk dalam sebuah wadah sampai bercampur, kemudian tutup dengan kain atau kertas Koran, untuk menjaga sirkulasi udara dan tidak terkontaminasi dengan makhluk makro. Diamkan selama 5-15 hari, kemudian disaring jika MOL mau disemprotkan, jika tidak disemprot tidak perlu disaring. Mikro Organisme Lokal siap pakai.

Membuat kompos

potong-potong bahan organik sekecil mungkin, makin kecil makin baik untuk mempercepat proses pelapukan. Letakkan bambu dengan jarak maksimal 25cm
Tumpukan bahan organik yang telah dipotong-potong kecil di atas tanah
Siram dengan MOL sampai merata
Tutup dengan penutup

Perlakuan yang dibutuhkan adalah membalik-balikan kompos agar proses lebih cepat atau tidak tapi akan memakan waktu lebih lama. Setelah 3 hari akan muncul panas sampai hari ke 10, itu artinya proses dekomposisi sedang berlangsung, di hari ke 11 suhu menurun dan semakin turun di hari-hari berikutnya. Pada hari ke 16 kompos siap panen.

Setelah di panen sebaiknya kompos disaring agar ukurannya serupa, dan agar terpisah dengan bahan-bahan yang masih berukuran besar. Bahan-bahan berukuran dengan diameter lebih dari 5cm memiliki kecenderungan belum jadi di hari tersebut, sekurang-kurangnya masih membutuhkan waktu 14 hari lagi – jadi kompos yang ukurannya besar-besar sebaiknya dikomposting lagi atau bisa dijadikan media dengan meletakkannya bersentuhan langsung dengan udara. Tujuannya agar proses dekomposisi jika masih ada pada kompos ukuran besar itu, tidak mengakibatkan kerusakan pada tumbuhan akibat panas. Silahkan mencoba, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar: